Skip to content

10 Alasan Mengapa Proyek TI Gagal

February 15, 2010

Ini adalah rangkuman dari tulisan Dr. Paul Dorsey yang tulisannya dapat diunduh di bawah.

Sekitar 50%-80% bahkan lebih, proyek TI termasuk kategori gagal. Mengapa gagal, karena proyek tersebut tidak memenuhi syarat biaya, kualitas, kecepatan (waktu), dan risiko yang diinginkan.

Berikut 10 cara yang dijamin akan membuat sebuah proyek TI gagal:

  1. Tidak menggunakan metodologi yang spesifik karena merasa koding adalah bagian yang terpenting
    Tidak menggunanakan sebuah metodologi adalah kesalahan yang fatal. Penggunaan metodologi yang telah terbukti dengan baik merupakan salah satu faktor sukses dalam sebuah proyek TI. Sebuah metodologi akan memberikan guideline dan langkah-langkah dalam proyek TI. Koding adalah bagian dalam sebuah metodologi dan itu bukan yang utama.
     
  2. Membuat perencanaan proyek, dengan melihat tanggal deadline
    Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan dalam perencanaan proyek, yaitu merencanakan proyek dari awal proyek sampai tanggal dead line kemudian membaginya dalam fase-fase.  Memaksa sebuah proyek dengan tanggal deadline menyebabkan banyak langkah-langkah yang dilewati demi mengejar tangal deadline. Seharusnya sebuah perencanaan proyek dibuat berdasarkan waktu yang realistis tanpa melihat tanggal deadline.
     
  3. Membuat tabel di database tanpa membuat data model
    Data model adalah bagian utama dari sistem yang akan dibangun. Tanpa membuat data model dengan baik, maka sistem dipastikan tidak akan memenuhi keinginan dan kebutuhan dari penguna.
     
  4. Mempekerjakan technical lead yang belum pernah membuat sistem yang serupa, dengan alasan mahal untuk menggaji yang sudah berpengalaman
    Karyawan yang jadi technical lead, harus berpengalaman dan pernah mengerjakan proyek yang serupa. Kita tidak menginginkan seorang dokter umum melakukan operasi jantung bukan? Lebih baik mempekerjakan karyawan yang berpengalaman dengan gaji besar, dari pada mempekerjakan banyak orang yang tidak berpengalaman.
     
  5. Mempekerjakan lebih banyak developer agar koding lebih cepat
    Lebih banyak bukan selalu lebih baik. Proyek yang dibuat oleh sedikit developer yang berpengalaman, lebih baik daripada proyek yang dikerjakan oleh banyak developer namun kurang pengalamannya.
     
  6. Menggunakan teknologi yang tidak tepat
    Sebagai contoh, membuat suatu sistem dengan Java untuk membuat sebuah website, sementara developer dalam proyek tersebut menyangka bahwa Java adalah merk kopi.  Program Java memang bisa digunakan untuk pembuatan website, namun butuh developer yang berpengalaman. Sementara banyak alternatif program lainnya yang lebih sederhana dan lebih mudah untuk pembuatan website.
     
  7. Menyepelekan fase migrasi data
    Migrasi data dari sistem yang lama ke sistem yang baru adalah fase yang cukup berat. Kesalahan utama dalam proyek TI, biasanya sumber daya yang dipersiapkan dalam migrasi data sangat sedikit.  Contoh kesalahannya yaitu memberikan tugas kepada junior developer untuk melakukan migrasi data.
     
  8. Tidak melakukan testing karena proyek melebihi jadwal yang seharusnya
    Kesalahan ini adalah kesalahan cukup fatal, hal ini seperti terjun ke kolam renang tanpa mengecek dahulu ada airnya apa tidak kolam itu. Ingat bahwa tidak ada sistem yang bug-free.  Bug yang ditemukan ketika sudah sampai production, akan lebih berat diperbaikinya. Lebih mudah dan murah memperbaiki bug yang ditemukan dalam tahap development.
     
  9. Merubah requirement penting ketika proyek dalam fase akhir
    Memang requirement bisa berubah, namun harus dimanage agar tidak melebar dan mengganggu jalannya proyek. Harus dibuat aturan yang jelas bagaimana requirement yang baru diterima.
     
  10. Beli software jadi dan di-customize secara besar-besaran
    Software jadi dibuat berdasar asumsi proses bisnis tertentu. Proses bisnis dalam software, bisa jadi tidak sesuai dengan proses bisnis perusahaan, sehingga harus di-customize agar sesuai.  Namun bila kustomisasinya berlebihan akan membuat biaya lebih mahal daripada membangun dari awal.
     

Referensi:

Paul Dorsey. Top 10 Reasons Why Systems Projects Fail. 2000.
[Download][Mirror]

2 Comments
  1. Java Muhammad permalink

    Good, bagus Artikelnya. Izin copas ya.

Trackbacks & Pingbacks

  1. Garuda Integrated Operational Control System (IOCS) – (Garuda Case Part 2) « is think different..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: