Skip to content

Pensiun: Apakah manfaat pensiun dapat diambil semua?

October 30, 2012

retirement (source: sxc.hu)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan Pensiun: Jenis Program Pensiun.

Pernahkan anda membayangkan mendapat uang pensiun 1,5 milyar sekaligus. Apa yang kira-kira anda lakukan? Mungkin ada yang akan membeli rumah, membeli mobil, atau berinvestasi di tempat lain.

Tetapi perlu disadari bahwa memberikan uang besar kepada orang yang sebelumnya belum pernah mengelola uang dalam jumlah besar sangat beresiko. Bila orang tersebut boros, bisa jadi dalam waktu lima tahun uang milyaran tersebut habis tanpa sisa bahkan berhutang. Bagaimana jadinya kalau orang tersebut masih hidup 30 tahun lagi, tetapi uang pensiun sudah ludes?

Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, pemerintah membuat peraturan bahwa bila manfaat pensiun lebih dari Rp 100 juta (nilai bisa berubah), maka maksimal 20% yang bisa diambil tunai, selebihnya harus dibelikan produk anuitas.

Peraturan di atas hanya berlaku bagi peserta pensiun iuran pasti, sedang untuk untuk program pensiun manfaat pasti sifatnya opsional.

Jadi bila anda peserta program pensiun iuran pasti, dan pada saat pensiun memperoleh manfaat pensiun lebih besar dari nominal yang ditentukan (Rp 100 juta -sekarang-), maka uang yang anda terima hanya 20% dari manfaat pensiun, selebihnya dialihkan dalam produk anuitas. Misal anda memperoleh manfaat pensiun sebesar 1 milyar, maka minimal 800 juta wajib dibelikan produk anuitas seumur hidup, sedang sisanya dapat diambil secara tunai.

Anuitas Seumur Hidup

Produk anuitas seumur hidup adalah produk dari perusahaan asuransi jiwa. Hanya perusahaan asuransi jiwa yang telah memperoleh ijin dari pemerintah yang boleh menjual produk ini.

Produk ini memberikan manfaat bagi nasabah setiap bulan, seumur hidupnya. Perusahaan asuransi jiwa akan menginvestasikan uang tersebut dan memberikan manfaat kepada nasabah setiap bulannya. Dengan membeli produk ini, nasabah seperti mendapatkan uang pensiun bulanan selama hidupnya.

Secara kasar, produk anuitas adalah kebalikan dari kredit. Kalau kita berutang kepada bank, maka kita wajib mencicil disertai bunga cicilan tiap bulannya sampai utang kita habis. Sebaliknya kalau kita membeli produk anuitas, perusahaan asuransilah yang “berutang” kepada kita. Perusahaan asuransi “mencicil” tiap bulannya sampai “utangnya” habis.

Secara kasar lagi, kalau anda membeli anuitas seumur hidup sebesar 800 juta, dan diperkirakan hidup selama maksimal 50 tahun lagi. Maka uang 800 juta akan dikembalikan dengan cara dicicil tiap bulan selama 50 tahun. Kira-kira  sebesar 800 juta / (50 x 12) = 1,33 juta. Tentunya hitungan tersebut masih kasar, dan belum menghitung hasil investasi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi jiwa.

Jadi agar uang pensiun tidak cepat habis, pemerintah mewajibkan pengelolaan uang pensiun dialihkan ke perusahaan asuransi jiwa lewat produk anuitas ini. Dengan membeli anuitas seumur hidup ini, pensiunan diharapkan masih bisa bertahan membiayai kebutuhan hidupnya.

 

Next: Bagaimana Bila Tempat Kerja Tidak Ada Program Pensiun? >>

From → Opini

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: