Skip to content

Machine Translation (Terjemahan Mesin)

September 17, 2011

Pernah menggunakan Google Translate atau Rekso Translator? Kedua aplikasi tersebut merupakan contoh dari aplikasi Machine Translation (MT )

MT adalah perpaduan antara ilmu bahasa dengan ilmu komputasi, sering disebut sebagai bagian dari ilmu computational linguistic. Intinya ilmu ini mencoba membuat mesin mampu menerjemahkan satu bahasa ke bahasa yang lainnya,

Sekarang ini ada beberapa jenis MT, yang umum ditemui adalah Statistical Machine Translator (SMT), Rule Based Machine Traslator, dan Hybrid Machine Translator.

Statistical Machine Translator (SMT)

SMT menggunakan hitung-hitungan statistik untuk menerjemahkan suatu kalimat bahasa tertentu ke bahasa yang lain. Salah statu contoh SMT yang terkenal adalah Google Translate dan Microsoft Translator.

Karena menggunakan hitungan statistik, maka SMT memerlukan contoh-contoh terjemahan yang sudah ada (biasa disebut bilingual corpora). Contoh terjemahan kemudian dihitung peluang suatu kata atau frasa diterjemahkan ke bahasa yang lain. Hasil perhitungan ini menghasilkan suatu model translasi.

Diperlukan juga contoh-contoh kalimat dalam kedua bahasa (biasa disebut monolingual corpora). Contoh-contoh kalimat ini digunakan sebagai model bahasa. Model bahasa ini digunakan agar translasi yang dihasilkan tata bahasanya lebih baik.

Semakin banyak data contoh terjemahan dan data contoh kalimat, semakin baiklah hasil terjemahan yang dihasilkan.

Rule Based MT

Teknik ini menggunakan aturan-aturan bahasa baku dalam menerjemahkan. Selain aturan-aturan, diperlukan juga data kamus untuk tiap kata dalam dua bahasa.

Jadi tiap kata diterjemahkan satu persatu, kemudian diatur lagi berdasarkan aturan bahasa baku. Contoh aplikasi rule based ini yaitu rekso translator.

Namun karena aturan bahasa tidak selalu baku, dan data kamus terbatas, maka penerjemahan terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pada umumnya rule based MT kualitasnya masih kalah dibanding SMT.

Hybrid MT

MT jenis ini adalah perpaduan antara statistical dan rule based MT. Ada beberapa teknik hybrid MT, antara lain: keluaran rule based MT, kemudian hasilnya diatur lagi berdasar statistical; atau hasil penerjemahan dari SMT kemudian diatur ulang tata bahasanya berdasar aturan yang baku.

Hasil terjemahannya dari SMT yang kemudian diatur ulang tata bahasanya, umumnya kualitasnya lebih baik dibanding metode penerjemahan lainnya.

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: