Skip to content

Tindihan

September 13, 2011

source: sxc.hu

Tindihan atau tindihen dalam bahasa Jawa; Ereup-ereup dalam bahasa Sunda, adalah keadaan seperti ditindih sesuatu sehingga tidak bisa bergerak saat tidur. Dalam situasi itu mata sepertinya bisa melihat seperti biasa, telinga bisa mendengar sesuatu, namun badan tidak bisa digerakkan, mulut mau teriak susah.

Kadang-kadang saat tindihan mata melihat sesosok makhluk hitam; sehingga dalam berbagai cerita rakyat, tindihan diakibatkan ditindih jin atau setan yang ada di tempat itu.

Penjelasan Ilmiah

Setelah baca artikel sana-sini, kebanyakan artikel menyimpulkan bahwa tindihan diakibatkan fenomena sleep paralysis. Yaitu keadaan antara mimpi dan sadar.

Pada saat bermimpi, otak mematikan fungsi otot-otot manusia. Pada saat mimpi berlari, kaki tidak melakukan gerakan berlari karena otak mematikan fungsi otot kaki sementara.

Nah sleep paralysis ini terjadi pada saat, otak terbangun dari mimpi tapi fungsi otot-otot manusia belum diaktifkan. Jadi otak sudah memerintahkan kaki untuk bergerak, tapi perintah itu tidak sampai ke kaki.

Otak mengira sudah menerima sinyal dari mata, padahal mata masih terpejam. Karena masih dalam keadaan antara mimpi dan sadar, maka otak bisa merepresentasikan kesalahan sinyal tersebut kedalam gambaran tertentu, misalnya bayangan hitam, atau melihat tubuh melayang-layang di kamar tidur.

Fenomena ini terjadi biasanya pada saat badan capek akibat kurang tidur.

Pengalaman Tindihan

Saya sendiri sudah berulang kali mengalami tindihan ini. Kebanyakan memang terjadi pada saat badan capek atau kurang tidur.

Bila anda mengalami tindihan ini, sebaiknya anda cepat-cepat keluar dari keadaan ini. Saya tidak tahu apa yang terjadi bila fenomena ini terjadi dalam keadaan lama, namun lebih baik anda keluar secepat mungkin dari keadaan ini. Tip untuk keluar dari keadaan tindihan sebenarnya sederhana, yaitu:

1. Tenang, jangan panik, jangan takut. Panik akan menambah berat rasa tertindih ini.
2. Kuasai keadaan, dan cobalah gerakkan jempol kaki kanan anda, atau membuat gerakan menendang dengan kaki kanan.
3. Jangan lupa berdoa.

Berikut adalah pengalaman dan beberapa tip lain untuk keluar dari fenomena tindihan ini. Pengkategorian di bawah merupakan pendapat penulis sendiri, jadi tiap orang bisa berbeda.

Tindihan Ringan
Disebut ringan karena perasaan ditindih tidak teralu berat dan keluar dari keadaan tindihan ini relatif mudah. Gejala mulainya tindihan pun bisa diperkirakan. Jadi bila gejala tindihan mulai dirasakan, segera gerakan jempol kaki kanan anda.

Bila anda sudah terlanjur masuk ke keadaan tindihan, ingat tip di atas. Jangan panik, kuasai keaadaan, berdoa dan gerakan jempol kaki kanan anda.

Sesudah bangun, anda dapat tidur lagi, namun terkadang tindihan akan muncul 2-3 kali lagi. Bila tindihan muncul lagi, cobalah ganti posisi tidur anda.

Tindihan Sedang
Tindihan berlangsung tiba-tiba, gejala awalnya tidak bisa dirasakan. Perasaan ditindihnya sangat berat.

Untuk keluar dari tindihan bisa agak lama dibanding tipe ringan. Tapi ingat tip di atas: tenang, jangan panik, jangan takut, kuasai keadaan, berdoa, cobalah terus untuk menggerakkan jempol anda berulang kali sampai terbangun.

Sesudah bangun, anda akan merasakan sedikit capek karena keadaan tindihan agak lama. Jangan tidur lagi cobalah melakukan aktivitas lain dulu sebelum tidur lagi.

Tindihan Berat
Tindihan ini sama beratnya dengan tindihan sedang di atas, namun gejala awalnya agak menakutkan. Sebelum tindihan diawali dengan mendengar sesuatu dari bunyi lonceng, bunyi auman binatang,  atau bunyi kresek-kresek.

Terkadang mata seperti melihat sesuatu seperti bayangan atau orang. Penulis sendiri pernah sekali seperti melihat orang yang tidak kelihatan mukanya, berdiri di depan pintu.

Karena tindihan ini agak menakutkan, biasanya orang menjadi takut dan panik sehingga memperlama keadaan ini. Jadi seperti tip di atas: jangan takut, jangan panik, kuasai keadaan, berdoa, dan mencoba menggerakkan jempol kaki kanan.

Bila menggerakkan jempol kaki kanan belum berhasil bangun juga, cobalah untuk menggerakkan kaki kanan dengan gerakan seperti menendang sesuatu.

Sesudah bangun, jangan tidur lagi, cuci muka dan lakukan aktivitas lain dulu.

Mencegah Tindihan

Di atas sudah disampaikan bahwa fenomena ini terjadi biasanya ketika badan capek dan kurang tidur. Maka untuk mencegah tindihan ini tidurlah yang cukup dan teratur.

Jangan lupa berdoa sebelum tidur.

From → Tips

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: