Skip to content

Garuda Integrated Operational Control System (IOCS) – (Garuda Case Part 2)

November 25, 2010

Sekarang mari kita mengulas tentang kegagalan sistem IOCS milik Garuda. Pembahasan ini merupakan lanjutan dari pembahasan sebelumnya Studi Kasus Comair – (Garuda Case part 1).

IOCS

Pada bulan November 2010, Garuda Indonesia menerapkan sistem baru yang disebut dengan sistem kendali operasi terpadu (Integrated Operasional Control System/IOCS). Sistem terpadu ini menggabungkan sistem untuk memantau pergerakan pesawat, awak kabin, dan manajemen penumpang yang sebelumnya merupakan aplikasi terpisah.

Tentang IOCS milik Garuda Indonesia tersebut:

  • Sistem ini merupakan gabungan sistem yang memantau pergerakan pesawat, penjadwalan awak kabin, dan manajemen penumpang
  • Sistem IOCS ini berharga US$ 1.5 juta (update: sebelumnya tertulis US$15 juta) [1]
  • Sistem IOCS ini menangani  81 pesawat, 580 pilot,  2000 awak kabin and 2000 penerbangan per minggu [3]
  • Pada tanggal 19 November 2010, selama 4 jam sistem tidak bisa diakses [8]

Kondisi selama sistem IOCS tersebut gagal berjalan:

  • Jadwal kru pesawat yang kacau, jadwal pilot yang bertabrakan, sampai-sampai ada pilot yang sedang sakit mendapat jadwal menerbangkan pesawat [9]
  • Pada tanggal 21 November 2010, terjadi delay masal penerbangan Garuda
  • Pada tanggal 22 November 2010, penerbangan ke Medan, Batam, Pangkal Pinang and Padang dibatalkan [3]
  • Pada tanggal 23 November 2010, sejumlah 13 jadwal penerbangan dibatalkan [4]
  • Pemesanan tiket ditutup dari tanggal 22-24 November 2010
  • 5000 jemaah haji terlantar di Arab Saudi [5] – Update: Menurut Direktur Operasi Garuda, keterlambatan disebabkan terbatasnya pintu keberangkatan di bandara [14]
  • Pada tanggal 25 November 2010, penerbangan kembali normal [6]

Penyebab Kegagalan

Kesalahan dalam sistem IOCS ini belum diinvestigasi secara menyeluruh. Sehingga pernyataan penyebab kegagalan sistem ini masih bersifat spekulasi. Berikut beberapa spekulasi penyebab kegagalan sistem ini:

  • Terjadi ketidak sinkronan data dalam migrasi dari sistem lama ke sistem baru. Hal ini mengakibatkan jadwal awak kabin menjadi kacau [2]
  • Sebuah kabel copot menyebabkan sistem tidak berjalan dengan baik [8]
  • Setelah dilakukan audit terhadap sistem IT, diketahui ada cable data center di kantor pusat yang terkelupas [10]
  • Adanya aplikasi atau pengguna sistem yang mengirimkan data secara masif ke perangkat communication controller sehingga membuat sistem hang[13]
  • Operator hanya memasukkan data terbaru itu ke sistem baru. Padahal, seharusnya data krusial itu dimasukkan ke dalam sistem lama maupun ke IOCS.[13]

Kerugian

Jumlah kerugian belum bisa dipastikan jumlahnya, namun yang pasti cukup besar. Berikut adalah potensial kerugian yang dialami oleh Garuda Indonesia:

  • Garuda Indonesia mengaku hanya mengeluarkan uang 220 juta untuk kompensasi kepada penumpang [7]. Namun bila dilihat dari banyaknya penerbangan yang tertunda atau batal, kemungkinan nilai kompensasi akan bertambah
  • Nama baik Garuda tercoreng akibat peristiwa ini, sehingga bisa berpengaruh terhadap IPO yang akan dilakukan [11]
  • Bertambahnya budget iklan permohonan maaf di media-media nasional
  • Hilangnya potensial pendapatan karena batalnya penerbangan
  • Potensial kerugian akibat adanya tuntutan di pengadilan oleh penumpang yang jadwalnya tertunda atau dibatalkan

Kemiripan Kasus Garuda dan Comair

Walaupun kasus Garuda ini masih diinvestigasi, namun kasus ini memiliki beberapa kemiripan dengan kasus Comair. Berikut beberapa persamaan kasus Garuda Indonesia dan Comair:

  • Kedua perusahaan mengalami masalah pada sistem penjadwalan
  • Sebelum sistem tersebut gagal, Comair dan Garuda Indonesia adalah perusahaan penerbangan yang mendapat banyak penghargaan karena manajemennya bagus
  • Kegagalan sistem terjadi pada waktu peak season. Comair gagal pada bulan Desember, ketika banyak penumpang yang ingin liburan Natal dan akhir tahun. Garuda Indonesia gagal karena melakukan migrasi pada siang hari dan pada bulan-bulan peak season [12].
  • Sistem penjadwalan tersebut tidak mempunyai backup. Kalaupun ada sistem backup tidak berjalan maksimal.

Lesson Learned

Walaupun penyebab kegagalan sistem IOCS ini masih bersifat spekulasi, beberapa pelajaran yang bisa kita ambil yaitu:

  • Change Management Plan sangatlah penting.  Mungkin Change Management Plan untuk migrasi ini telah dibuat, namun terbukti gagal total. Terbukti dengan sikap reaktif dan lambatnya antisipasi terhadap kegagalan sistem yang baru ini.
    Ketidaktahuan operator dalam memasukkan data ke sistem juga menunjukkan gagalnya Change Management Plan.
  • IT Risk Management sangatlah penting. Manajemen risiko seharusnya sudah termasuk dan mendasari pembuatan Change Management Plan. Ketiadaan atau gagalnya sistem backup menandakan risiko tidak dimanage dengan baik.
  • Migrasi seharusnya dilakukan pada saat load minimal, sehingga bisa meminimalisasi dampak migrasi tersebut. Dalam kasus ini Garuda melakukan migrasi pada saat peak season sehingga dampak yang ditimbulkan meluas. Waktu yang tepat untuk melakukan migrasi seharusnya bisa diidentifikasi bila IT Risk Management dilakukan dengan baik.
  • Jangan menyepelekan fase migrasi data. Seperti telah dibahas sekilas dalam tulisan sebelumnya 10 Alasan Mengapa Proyek TI Gagal, kesalahan utama dalam proyek TI, biasanya sumber daya yang dipersiapkan dalam migrasi data sangat sedikit.  Contoh kesalahannya yaitu memberikan tugas kepada junior developer untuk melakukan migrasi data.

Referensi:

[1] Indonesia’s National Airline Garuda Still Suffering New Integrated Operational Control System Woes

[2] Sejumlah Penerbangan Garuda Tertunda Akibat Persoalan Sistem

[3] Garuda Process Passenger Data For Today’s Flight Schedule

[4] 13 Penerbangan Garuda Hari Ini Dibatalkan

[5] 5,000 hajj pilgrims stranded in Saudi due to Garuda cancellations

[6] Pujobroto: Penerbangan Garuda Sudah Normal dan Tepat Waktu

[7] Beri Kompensasi Rp 220 juta, Garuda Mengaku Tidak Rugi

[8] Kronologi Insiden Sistem Baru Garuda Indonesia

[9] Pilot Garuda Sedang Dioperasi Tiba-tiba Diminta Terbang

[10] Garuda Bantah Data Kru di Sistem Lama Terhapus

[11] Bisa Pengaruhi IPO, Menteri BUMN akan Tindak Tegas Manajemen Garuda

[12] Sistem TI Error, Jangan Bergantung Pada ‘Kata Wasiat’!

[13] Garuda Akui Adanya Human Error saat Migrasi Sistem

[14] Garuda: Keterlambatan Pemulangan Jamaah Bukan karena Masalah Sistem

2 Comments
  1. bayu abay permalink

    seep keren tulisannya ..
    mungkin ada beberapa yg agak keliru (atau saya yg keliru membaca) harga iocs nya 1,5 kaya nya klupaan koma nya mas n’ urusan haji kalo cr confirmasi CIO garuda masuk akal bahwa haji telat karena birokrasi di saudi sebagai pemegang regulasinya, karena haji adalah jadwal rutin tahunan jadi tidak terkait dgn IT. (tolong koreksi kalau salah)
    izin nyadur ya .. buat tugas kuliah. thx b4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: