Skip to content

Sihh..Banga Jadi Wong Ndeso?

January 21, 2008

Banggakah anda sebagai bekas wong ndeso, yang sekarang sudah sukses hidup di kota besar?

“Tak critani you le, bapakmu ndisik ki mung wong ndeso. Mbahmu ki mung guru SD nyambi dadi petani. Pendak esuk aku angon bebek sik, sak durunge menyang sekolah. Mulih sekolah ngarit dinggo pakan wedhus. Saiki aku iso nyekolahke kowe tekan Australia. Piye aku ora hebat to le.”

(Aku ceritain ya nak, bapakmu ini dulunya orang desa. Kakekmu itu cuma guru SD yang sampingannya jadi petani. Tiap pagi aku memberi makan bebek sebelum pergi ke sekolah. Pulang sekolah cari rumput untuk kambing. Sekarang aku sudah bisa menyekolahkan kamu sampai Australia. Apa gak hebat.)

Banggakah anda sebagai wong ndeso? Sekarang yang sudah sukses jadi pejabat? Sudah sukses jadi direktur? Sudah sukses jadi artis terkenal? Yang dulunya cuma wong ndeso yang katro.

Kalau saya kok malu mengaku wong ndeso.

Saya malu berbahasa Jawa dengan tukang ojek, tukang bakso, tukang tambal ban di kota besar. Saya malu mengakui bahwa kita sama-sama dari desa.

Saya malu mengakui bahwa, saya tidak berbuat sesuatu untuk membangun desa saya. Saya malu untuk mengakui bahwa karena keberuntungan, saya bisa bersekolah dan mendapat pekerjaan yang layak.

Setelah seperti sekarang saya malu mengakui bahwa saya hanya memikirkan keluarga saya saja. Saya malu mengakui bahwa saya melupakan teman-teman di desa yang kurang beruntung.

Kowe saiki sing bangga dadi wong ndeso…muliho nang ndesamu coba. Tilikono desamu saiki dadi opo? Tilikono koncomu angon bebek mbiyen, konco ngarit, konco mancing welut, konco tawu, konco angon wedhus, konco angon kebo, saiki piye kahanane.

Wis pirang bocah ndeso tok wenehi beasiswa? Wis pirang omah rusak tok dandani? Wis pirang uwong loro tok biayai obate? Wis pirang petani tok bantu sawahe? Wis pirang meter dalan deso tok benerno?

Nek durung ono manfaate nggo desomu, luwih becik kowe ojo ngaku wong ndeso. Kowe ki saiki iso sukses, cuma beruntung, beruntung kowe pinter, beruntung bapakmu guru SD, beruntung kowe oleh beasiswa, beruntung kowe oleh bojo ayu, beruntung anak-anakmu pinter. Elingo karo asal-usulmu.

Tapi piye konco-koncomu dolanan benthik, dolanan gobak sodor, dolanan kasti, konco mancing, konco ndelok ketoprak, konco nonton wayang, konco dolanan dakon, sing ora beruntung? Sing kelas 4 SD we ora munggah-munggah. Koncomu sing ra duwe duit nggo neruske SMA. Koncomu sing ra lulus SMP. Eling ra kowe?

(Sekarang kalian yang bangga jadi wong ndeso..coba pulang ke desa masing-masing. Coba lihat desanya sekarang jadi apa? Datanglah ke teman menggiring bebek, teman mencari rumput, teman mencari belut, teman mencari ikan, teman menggiring kambing, teman menggiring kerbau, sekarang bagaimana keadaannya.

Sudah berapa anak yang anda beri beasiswa? Sudah berapa rumah rusak yang diperbaiki? Sudah berapa orang sakit yang anda biayai obatnya? Sudah berapa petani yang ada bantu sawahnya? Sudah berapa meter jalan desa yang anda perbaiki.

Kalau belum ada manfaat bagi desa anda, lebih baik anda jangan mengaku orang desa. Anda sekarang bisa sukses cuma beruntung, beruntung anda pandai, beruntung ayah anda guru SD, beruntung anda dapat beasiswa, beruntung istri adan cantik, beruntung anak anda pandai. Ingatlah akan asal usulmu.

Tapi bagaimana dengan teman main benthik, main gobak sodor, main kasti, mancing, nonton ketoprak, nonton wayang, teman main dakon, yang kurang beruntung? Yang kelas 4 SD saja tidak naik kelas terus. Teman yang tidak punya uang untuk melanjutkan ke SMA. Teman yang tidak lulus SMP. Masih ingatkah anda?) 

From → Opini

6 Comments
  1. Wah saya bukan wong ndeso… lahir aja uda di tengah2 jakarta😀

  2. sungguh berat tanggung jawab orang dheso seng suksek mas.
    enjoy with your life…………Ha….ha…..

  3. osi permalink

    wah ngomongin mbak inul?titip salama yak😀

  4. Sangat menyentuh….

  5. Tri Drian permalink

    Tulisan yang bagus…
    Saya lahir di kota, tapi dapat istri orang desa. Sekarang lagi bermitra dengan rekan-rekan di desa istri biar orang desa tidak perlu cari kerja dan uang di kota. Cukup di desa saja…

  6. joko dolog permalink

    podo aku yo wong ndeso..kebeneran wae gaweanku ning kota oleh bojo wong kuto.tapi ra ngrumangsani wong kuto uga ..posting wong ndeso

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: