Skip to content

Sekolah atau kaya?

September 20, 2007

Pernah dengar jargon “Kalau ingin kaya ngapain sekolah?”, setujukah anda?

Saya amat sangat tidak setuju sekali.

Mungkin ada yang berpendapat, buat apa sih pelajaran kimia, buat apa sih pelajaran geografi? La wong saya ini jualan tahu di pasar gak butuh pelajaran gitu-gituan.

Saya tidak sekolah, saya punya kost-kostan 30 pintu, punya anak buah 10, punya mobil 3.

Anak-anak saya punya usaha jualan tahu di pasar lain, mereka sudah punya rumah dan mobil sendiri, mereka tidak pernah sekolah. Terus buat apa sih sekolah?

Menurut saya yang terpenting dari sekolah adalah membentuk pola pikir seseorang, dengan sekolah orang lebih mudah berpikir untuk maju. Pola pikir inilah yang dapat kita wariskan kepada anak cucu kita.

Kekayaan yang kita wariskan ada batasnya. Anak cucu kita belum tentu bisa mewariskan lagi kekayaan itu kepada anaknya. Namun pola pikir dapat dengan mudah kita wariskan pada anak-anak kita. Anak-anak kita kemungkinan besar dengan mudah mewariskannya kepada cucu-cucu kita.

Kakek buyut saya (ayahnya ibunya bapak saya), dulu adalah seorang pejabat desa, boleh dibilang orang kaya pada jaman itu (tahun 1930-1950an). Rumahnya joglo (pada jaman itu tidak semua orang mampu membangun rumah joglo), sawah banyak. Nenek saya adalah anak kedua dari empat bersaudara. Karena pada jaman itu perempuan jarang yang sekolah, maka hanya anak-anaknya yang laki-laki saja yang sekolah. Nenek saya tidak bahasa Indonesia, apalagi baca dan tulis, dan bersuamikan petani yang tidak bisa baca tulis juga.

Nenek saya yang satu lagi (ibunya ibu saya), adalah seorang guru. Suaminya juga seorang guru, yang boleh dibilang cukup kaya juga (tahun 1940-1970an). Rumahnya joglo juga, sawah dan kebunnya luas.

Kalau boleh membandingkan, nenek saya yang bersekolah pemikirannya lebih maju daripada nenek saya yang tidak sekolah.

Nenek saya yang sekolah, punya perencanaan bagi pendidikan anak-anaknya, anak-anak mereka disekolahkan setinggi-tingginya.

Nenek saya yang tidak sekolah, cenderung lebih pasrah terhadap nasib, pendidikan bukanlah priotas. Beruntung anak-anaknya bisa bersekolah semua.

Mengenai kekayaan, kakek buyut saya membagi kekayaannya kepada anak-anaknya. Nenek saya mendapat bagian, tetapi tidak besar dan nanti harus membagi warisan itu lagi kepada anak-anaknya.

Nenek saya yang bersekolah tidak mewariskan kekayaannya kepada anaknya perempuan, karena sudah kesepakatan keluarga.

Kekayaan yang diwariskan kakek buyut saya ada batasnya, tidak semua anaknya mendapat bagian sama. Nenek saya yang bersekolah, walaupun tidak memberi warisan, tetapi dia telah menyekolahkan ibu saya, inilah warisan terbesarnya.

Sepert Rano Karno bilang dalam sebuah iklan, “Hidup memang susah, tetapi anak-anak harus tetap sekolah”. Lebih baik menyekolahkan anak setinggi-tingginya daripada mewariskan kekayaan yang berlimpah tetapi anak-anak tidak disekolahkan.

Lebih baik lagi, bila menyekolahkan anak setinggi-tingginya dan mewariskan kekayaan yang melimpah.

From → Opini

6 Comments
  1. Whisnu permalink

    TUmben nih rada bener pemikirannya …wakakakakakaka

  2. @Whisnu:
    Terima kasih saudara whisnu atas komentarnya. Anda ternyata penggemar tulisan saya ya. Saya sangat tersanjung. hehehe

  3. Novasonic permalink

    “Lebih baik lagi, bila menyekolahkan anak setinggi-tingginya dan mewariskan kekayaan yang melimpah.”

    Gw cuma setuju penggalan kalimat yg diatas……yg laen hanya kiasan alias cuma wong bener yg kyk gitu…..Lo lgi waras Kol.

  4. Sekolah juga mempersiapkan kita untuk masa depan yang tidak pasti🙂

  5. gak sekolah juga gak papa. yg penting hidupnya nggak nyusahin orang laen. susah senang resiko sendiri. kebebasan itu kekayaan.

  6. ririn permalink

    kangmas, dirimu diwarisi apa oleh ayah & ibu dari kakek-nenekmu? sawah?rumah?emas?uang? aku mau donk bagian warisanmu…hahaha😀
    nice article…btw, semoga dirimu mewarisi pola pemikiran ayah-mu yg pinter banget kae, but don’t forget to mingle in ur social life, agree? don’t u? 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: