Skip to content

Narimo ing Pandum (Nerimo ing Pandum / Nrimo ing Pandum)

May 31, 2011

Narimo ing Pandum adalah sebuah falsafah Jawa, yang kalau dibahasa-Indonesia-kan secara bebas menjadi “Menerima segala Pemberian”.

Falsafah ini sebenarnya sangat dalam maknanya. Namun banyak orang salah mengartikan falsafah ini. “Piye arep sugih nek mung narimo ing pandum (gimana mau kaya kalau cuma narimo ing pandum)” , begitulah kira-kira orang salah mengartikannya.

Sebelum membahas lebih lanjut, perkenankanlah saya menceritakan sebuah cerita. Cerita berikut disadur dari perumpaan sebuah kitab suci.

===

Ada seorang Bos mempunyai 3 orang karyawan. Bos itu akan pergi ke luar negeri, mungkin akan membuka bisnis baru di sana.

Dipanggillah karyawan pertama. Karyawan pertama ini seorang yang cerdas, rajin, dan jujur. Diberilah dia 5 talenta emas (1 talenta = +- 30kg).

Kemudian dipanggilah karyawan yang kedua. Karyawan yang kedua ini rajin, jujur, namun tidak begitu pintar. Diberilah karyawan kedua ini 2 talenta emas.

Setelah itu, dipanggilah karyawan yang ketiga. Karyawan yang ketiga sebenarnya cukup pintar, namun pemalas dan kurang jujur. Diberilah karyawan ketiga ini 1 talenta emas.

Kepada karyawan-karyawan itu, si Bos itu berpesan: “Kalian aku beri modal untuk usaha. Kembangkanlah modal ini. Nanti kalau aku balik aku akan meminta pertanggungjawaban atas modal itu.”.

Setelah si Bos pergi, karyawan pertama segera membuka usaha baru dengan modal tersebut. Usaha tersebut berjalan lancar. Setelah sekian lama, akhirnya modal tersebut dari 5 talenta emas menjadi 10 talenta emas.

Karyawan keduapun tak mau kalah, modal yang 2 talenta itu diputar dalam usahanya. Usahanya sukses. Modal yang tadinya 2 talenta emas menjadi 4 talenta emas.

Namun karyawan yang ketiga malah mengeluh. “Sialan si Bos, gw cuman dikasih 1 talenta. Buat apaan nih uang segini. Buat usaha mana cukup? Udah gitu mau diminta balik kalau pulang lagi. Ya kalau usaha gw untung, kalau rugi gimana?”. Akhirnya ditimbunlah uang 1 talenta itu ke dalam tanah.

Karyawan yang ketiga tiap harinya hanya bermalas-malasan sambil menunggu si Bos pulang. Nanti kalau si Bos udah pulang tinggal gali dan balikin uang itu, pikir karyawan ketiga ini.

Setelah beberapa tahun di luar negeri, pulanglah si Bos tersebut. Si Bos merasa senang karena karyawan pertama dan kedua telah berhasil mengembangkan uangnya. Diberilah kedua karyawan itu tambahan modal agar usahanya lebih maju.

Namun bos itu marah pada karyawan ketiga. Bos itu marah karena karyawan itu tidak mengusahakan uang itu, tetapi malah menimbun uang itu. Dipecatlah karyawan itu karena sifatnya yang malas dan jahat.

===

Dari cerita di atas, kira-kira siapakah yang “Narimo ing Pandum” ? Apakah karyawan pertama, karyawan kedua atau karyawan ketiga?

“Narimo ing Pandum” bukan berarti pasrah dan diam saja seperti karyawan ketiga.

“Narimo ing Pandum” kurang lebih seperti karyawan pertama dan kedua. Berapapun yang diberikan, mereka terima dengan ikhlas. Karyawan kedua tidak iri karena menerima lebih sedikit dari karyawan pertama. Karyawan pertama pun tidak maruk dan meminta lebih karena merasa pintar.

Si Bos pun tentu sudah berpikir panjang, karyawan pertama cerdas, rajin dan jujur, maka diberilah uang yang paling banyak. Karyawan kedua rajin, jujur namun kurang cerdas maka diberilah uang lebih sedikit.

“Narimo ing Pandum” berarti menyadari segala yang diberikan kepada kita sudah sesuai dengan kemampuan kita.

Jadi “Narimo ing Pandum” bukan berarti pasrah dan diam saja atas segala yang diberikan. Namun apapun yang diberikan kepada kita, terimalah dengan ikhlas dan usahakanlah agar yang kita terima bisa berlipat ganda.

About these ads

From → Opini

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: