The Secret Challenge: 1 Trilyun Rupiah

thesecretcover1.jpg
Pernah nonton film The Secret? Film ini konon film yang banyak dicari orang. Bajakannya juga ada. Bukunya juga banyak dijual di Gramedia, biasanya diletakin di bagian depan.

Nah yang jadi tantangan di sini adalah benarkah The Secret dengan Law of Attactionnya benar-benar rahasia yang hebat?

Mulai dari sekarang tanggal 4 Februari 2008 sampai 365 hari ke depan, saya akan membuktikannya.

Tantangannya adalah:

“Mempunyai tabungan sebesar Rp 1.000.000.000.000,- (1 Trilyun Rupiah) dalam waktu 1 (satu) tahun”

Ya 1 Trilyun rupiah, harus saya dapat dalam 365 hari.

Mustahil? Menurut rahasia ini, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Mari kita buktikan.

Saya akan mengupdate secara berkala hasil dari tantangan ini. Jadi silakan mengikutinya!

“Your wish, is my command!”, the secret

Sihh..Banga Jadi Wong Ndeso?

Banggakah anda sebagai bekas wong ndeso, yang sekarang sudah sukses hidup di kota besar?

“Tak critani you le, bapakmu ndisik ki mung wong ndeso. Mbahmu ki mung guru SD nyambi dadi petani. Pendak esuk aku angon bebek sik, sak durunge menyang sekolah. Mulih sekolah ngarit dinggo pakan wedhus. Saiki aku iso nyekolahke kowe tekan Australia. Piye aku ora hebat to le.”

(Aku ceritain ya nak, bapakmu ini dulunya orang desa. Kakekmu itu cuma guru SD yang sampingannya jadi petani. Tiap pagi aku memberi makan bebek sebelum pergi ke sekolah. Pulang sekolah cari rumput untuk kambing. Sekarang aku sudah bisa menyekolahkan kamu sampai Australia. Apa gak hebat.)

Banggakah anda sebagai wong ndeso? Sekarang yang sudah sukses jadi pejabat? Sudah sukses jadi direktur? Sudah sukses jadi artis terkenal? Yang dulunya cuma wong ndeso yang katro.

Kalau saya kok malu mengaku wong ndeso.

Saya malu berbahasa Jawa dengan tukang ojek, tukang bakso, tukang tambal ban di kota besar. Saya malu mengakui bahwa kita sama-sama dari desa.

Saya malu mengakui bahwa, saya tidak berbuat sesuatu untuk membangun desa saya. Saya malu untuk mengakui bahwa karena keberuntungan, saya bisa bersekolah dan mendapat pekerjaan yang layak.

Setelah seperti sekarang saya malu mengakui bahwa saya hanya memikirkan keluarga saya saja. Saya malu mengakui bahwa saya melupakan teman-teman di desa yang kurang beruntung.

Kowe saiki sing bangga dadi wong ndeso…muliho nang ndesamu coba. Tilikono desamu saiki dadi opo? Tilikono koncomu angon bebek mbiyen, konco ngarit, konco mancing welut, konco tawu, konco angon wedhus, konco angon kebo, saiki piye kahanane.

Wis pirang bocah ndeso tok wenehi beasiswa? Wis pirang omah rusak tok dandani? Wis pirang uwong loro tok biayai obate? Wis pirang petani tok bantu sawahe? Wis pirang meter dalan deso tok benerno?

Nek durung ono manfaate nggo desomu, luwih becik kowe ojo ngaku wong ndeso. Kowe ki saiki iso sukses, cuma beruntung, beruntung kowe pinter, beruntung bapakmu guru SD, beruntung kowe oleh beasiswa, beruntung kowe oleh bojo ayu, beruntung anak-anakmu pinter. Elingo karo asal-usulmu.

Tapi piye konco-koncomu dolanan benthik, dolanan gobak sodor, dolanan kasti, konco mancing, konco ndelok ketoprak, konco nonton wayang, konco dolanan dakon, sing ora beruntung? Sing kelas 4 SD we ora munggah-munggah. Koncomu sing ra duwe duit nggo neruske SMA. Koncomu sing ra lulus SMP. Eling ra kowe?

(Sekarang kalian yang bangga jadi wong ndeso..coba pulang ke desa masing-masing. Coba lihat desanya sekarang jadi apa? Datanglah ke teman menggiring bebek, teman mencari rumput, teman mencari belut, teman mencari ikan, teman menggiring kambing, teman menggiring kerbau, sekarang bagaimana keadaannya.

Sudah berapa anak yang anda beri beasiswa? Sudah berapa rumah rusak yang diperbaiki? Sudah berapa orang sakit yang anda biayai obatnya? Sudah berapa petani yang ada bantu sawahnya? Sudah berapa meter jalan desa yang anda perbaiki.

Kalau belum ada manfaat bagi desa anda, lebih baik anda jangan mengaku orang desa. Anda sekarang bisa sukses cuma beruntung, beruntung anda pandai, beruntung ayah anda guru SD, beruntung anda dapat beasiswa, beruntung istri adan cantik, beruntung anak anda pandai. Ingatlah akan asal usulmu.

Tapi bagaimana dengan teman main benthik, main gobak sodor, main kasti, mancing, nonton ketoprak, nonton wayang, teman main dakon, yang kurang beruntung? Yang kelas 4 SD saja tidak naik kelas terus. Teman yang tidak punya uang untuk melanjutkan ke SMA. Teman yang tidak lulus SMP. Masih ingatkah anda?) 

Sekolah atau kaya?

Pernah dengar jargon “Kalau ingin kaya ngapain sekolah?”, setujukah anda?

Saya amat sangat tidak setuju sekali.

Mungkin ada yang berpendapat, buat apa sih pelajaran kimia, buat apa sih pelajaran geografi? La wong saya ini jualan tahu di pasar gak butuh pelajaran gitu-gituan.

Saya tidak sekolah, saya punya kost-kostan 30 pintu, punya anak buah 10, punya mobil 3.

Anak-anak saya punya usaha jualan tahu di pasar lain, mereka sudah punya rumah dan mobil sendiri, mereka tidak pernah sekolah. Terus buat apa sih sekolah?

Menurut saya yang terpenting dari sekolah adalah membentuk pola pikir seseorang, dengan sekolah orang lebih mudah berpikir untuk maju. Pola pikir inilah yang dapat kita wariskan kepada anak cucu kita.

Kekayaan yang kita wariskan ada batasnya. Anak cucu kita belum tentu bisa mewariskan lagi kekayaan itu kepada anaknya. Namun pola pikir dapat dengan mudah kita wariskan pada anak-anak kita. Anak-anak kita kemungkinan besar dengan mudah mewariskannya kepada cucu-cucu kita.

Kakek buyut saya (ayahnya ibunya bapak saya), dulu adalah seorang pejabat desa, boleh dibilang orang kaya pada jaman itu (tahun 1930-1950an). Rumahnya joglo (pada jaman itu tidak semua orang mampu membangun rumah joglo), sawah banyak. Nenek saya adalah anak kedua dari empat bersaudara. Karena pada jaman itu perempuan jarang yang sekolah, maka hanya anak-anaknya yang laki-laki saja yang sekolah. Nenek saya tidak bahasa Indonesia, apalagi baca dan tulis, dan bersuamikan petani yang tidak bisa baca tulis juga.

Nenek saya yang satu lagi (ibunya ibu saya), adalah seorang guru. Suaminya juga seorang guru, yang boleh dibilang cukup kaya juga (tahun 1940-1970an). Rumahnya joglo juga, sawah dan kebunnya luas.

Kalau boleh membandingkan, nenek saya yang bersekolah pemikirannya lebih maju daripada nenek saya yang tidak sekolah.

Nenek saya yang sekolah, punya perencanaan bagi pendidikan anak-anaknya, anak-anak mereka disekolahkan setinggi-tingginya.

Nenek saya yang tidak sekolah, cenderung lebih pasrah terhadap nasib, pendidikan bukanlah priotas. Beruntung anak-anaknya bisa bersekolah semua.

Mengenai kekayaan, kakek buyut saya membagi kekayaannya kepada anak-anaknya. Nenek saya mendapat bagian, tetapi tidak besar dan nanti harus membagi warisan itu lagi kepada anak-anaknya.

Nenek saya yang bersekolah tidak mewariskan kekayaannya kepada anaknya perempuan, karena sudah kesepakatan keluarga.

Kekayaan yang diwariskan kakek buyut saya ada batasnya, tidak semua anaknya mendapat bagian sama. Nenek saya yang bersekolah, walaupun tidak memberi warisan, tetapi dia telah menyekolahkan ibu saya, inilah warisan terbesarnya.

Sepert Rano Karno bilang dalam sebuah iklan, “Hidup memang susah, tetapi anak-anak harus tetap sekolah”. Lebih baik menyekolahkan anak setinggi-tingginya daripada mewariskan kekayaan yang berlimpah tetapi anak-anak tidak disekolahkan.

Lebih baik lagi, bila menyekolahkan anak setinggi-tingginya dan mewariskan kekayaan yang melimpah.

Posted in Atau. 5 Comments »

Merdeka atau Mati, that’s the question!

Live free or Die, itu pertanyaanya!

Live free is free. Live free is about freedom.

Live free is not marketing. You don’t need to differentiate like in marketing if you want live. In marketing, you must differentiate or you will die.

Live free is about human right. If you don’t live free, then you have no right to be human.

Live free or die hard 4.0 is not just a movie title.

You must live free, and I must live free.

Freedom is for everybody.

Konspirasi: Bumi itu sebenarnya datar!

Jika kamu percaya bahwa bumi itu bulat, maka kamu telah termakan oleh teori konspirasi. Pernahkah kamu melihat langsung bahwa bumi itu bulat? Mungkin kamu pernah melihat bumi lewat majalah, buku, atau televisi. Semua itu palsu! Semua itu konspirasi! Coba kamu buktikan kalau bumi itu bulat!

NASA tidak pernah mendarat di bulan. NASA tidak pernah mengirimkan misi ke luar angkasa. NASA hanya mengembangkan teknologi pencitraan dan komputer canggih, sehingga bisa membuat gambar-gambar palsu bahwa bumi itu bulat.

Bagaimana dengan Rusia dan Cina yang sudah mengirimkan astronotnya ke luar angkasa? Itu juga palsu. Rusia dan Cina adalah saingan Amerika, sehingga mereka harus membuat berita palsu agar negara-negara lain menjadi takut.

Terus apa untungnya konspirasi ini? Ya jelas uang. NASA sudah tahu bahwa tidak mungkin pergi ke luar angkasa karena bumi itu sebenarnya datar, planet, matahari, dan bulan tepat di atas bumi. Agar dapat memperoleh uang untuk penelitian, NASA membuat berita palsu bahwa bumi itu bulat, dan manusia bisa bepergian ke bulan dan planet-planet lain.

Kamu tahu gambar apa di atas? Yang sebelah warna coklat adalah peta datar bumi yang dibuat orang jaman dahulu, dan yang biru adalah bendera PBB. Itulah bentuk datar bumi bila digambarkan. PBB sudah tahu dari dulu bahwa bumi itu datar.

Kalau begitu sisi-sisi bumi seperti apa? Sisi-sisi bumi adalah dinding es yang sangat tinggi yang tidak dapat dilewati. Itulah mengapa bila kamu berjalan ke arah selatan terus maka kamu akan menemukan dinding es, yang kamu sebut sebagai kutub selatan. Adakah orang yang pernah berjalan ke selatan terus melewati kutub tersebut dan kembali ke kutub utara?

Bulan, planet-planet, matahari, bintang-bintang tepat berada di atas bumi. Bumi itu berbentuk silinder yang ujungnya datar, tempat aku dan kamu tinggal sekarang ini. Bumi bergerak ke atas dengan kecepatan 1 G, itulah mengapa ada gaya gravitasi di atas bumi. Bumi bergerak ke atas bersama-sama dengan benda angkasa lainnya.

Bumi itu spesial, makanya aku dan kamu tinggal di bumi. Bumi bukan planet. Bumi itu datar, sedang planet, matahari, dan bulan berbentuk bulat. Tidak ada kehidupan lain selain di bumi yang datar ini. Isu-isu tentang kehidupan di planet lain, itu adalah konspirasi.

Ketika matahari terbit di ufuk timur, dan matahari terbenam di barat, itu tidak membuktikan bahwa bumi itu bulat. Itu adalah masalah prespektif pengelihatan saja. Jika kita melihat sesuatu di kejauhan maka sesuatu tersebut akan menjadi kecil dan akhirnya hilang. Jika sesuatu itu mendekati kita, maka sesuatu tersebut kelihatan besar. Seperti gambar di bawahlah, bagaimana matahari mengitari bumi.

Tengah-tengah bumi itulah yang disebut kutub utara, dan bagian selatan adalah dinding-dinding es. Bila kamu berjalan dengan kompas ke arah timur, kamu akan kembali ke tempat semula karena sebenarnya kamu hanya mengelilingi bumi dengan pusat di kutub utara.

Bumi itu sebenarnya datar, itulah mengapa orang-orang sejak jaman dulu percaya bahwa bumi itu datar, dan bumi adalah pusat dari segalanya. Orang-orang Cina sejak dahulu kala sejak dulu percaya bahwa bumi itu datar. Orang-orang Israel sejak sejak jaman Nuh sudah percaya bahwa bumi itu datar.

Bumi itu bulat adalah bohong. Itu adalah konspirasi tingkat tinggi.

Halah..hari gini masih percaya bahwa bumi itu datar? Capek deh!